Arab Saudi Menaikkan Biaya Ibadah Haji, Terkait Tarif Pajak

Arab Saudi Menaikkan Biaya Ibadah Haji, Terkait Tarif Pajak

Arab Saudi Menaikkan Biaya Ibadah Haji, Terkait Tarif Pajak

Yang berencana untuk naik haji di tahun ini, patut menabung lebih banyak karena biaya untuk berangkat dan melangsungkan ibadah haji naik menjadi Rp. 35 juta, hal ini berkaitan dengan penarikan pajak yang dilakukan oleh Arab Saudi.

Komisi VIII DPR Republik Indonesia dan Kementerian Agama, telah bersepakat jika meningkatnya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji di tahun ini mengalami peningkatan sekitar 0.99% atau sekitar Rp. 345.290 bila dibandingkan dengan tahun lalu  di mana biaya untuk ibadah haji sekitar Rp. 34.890.312 tapi tahun ini biaya tersebut mengalami peningkatan menjadi Rp. 35.235.602.

Apakah Anda Sedang Mencari Kantor Konsultan Pajak Jakarta

Lukman Hakin Sifuddin selaku Menteri Agama mengatakan jika kenaikan biaya haji yang terjadi pada tahun ini merupakan kebijakan pajak yang sudah mulai diterapkan oleh pemerintah Arab Saudi, jadi jangan heran jika biaya naik haji pun meningkat. Selain itu, besaran pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 5% membuat biaya minuman dan makanan juga akomodasi ikut mengalami peningkatan. Tidak hanya biaya logistic juga yang meningkat, biaya angkutan udara dan harga avtur pun ikut mengalami kenaikan harga.

Kenaikan biaya haji yang terjadi di tahun ini, kata Lukman juga dipengaruhi oleh peningkatan pelayanan dari ibadah haji, termasuk dari besar kecilnya jumlah makanan yang diberikan pada jemaat haji. “Contohnya selama melangsungkan ibadah haji di Mekkah, para jemah hanya diberikan minum dan makanan sebanyak 25x, maka tahun ini jumlah pemberian makanan naik menjadi 40x, jadi ada penambahan sebanyak 15x” ungkap Lukman.

Meskipun demikian, biaya ibadah haji sebesar Rp. 35 juta bukanlah biaya yang sesungguhnya, karena seharusnya biaya haji itu mencapai Rp.62 juta namun calon Jemaah hanya membayarkan Rp. 35 juta sedangkan sisanya Rp. 25 juta akan dibayarkan dari hasil manfaat berinvestasi dana haji.

“Sisanya sebesar Rp. 25 juta-Rp. 26juta itulah dana yang sebenarnya dibayarkan dari hasil nilai manfaat yang diperoleh sebelumnya. Termasuk juga dana abadi umat dari efisiensi haji di tahun sebelumnya, tidak tekecuali juga nilai manfaat dari calon haji yang berencana untuk berangkat di belasan tahun berikutnya.